Ilmu Alamiah Dasar 2



1. Mencari informasi terkini tentang perjalanan ke planet-planet atau bulan !


Oktober 2015


Nasa baru mempublikasi bagaimana manusia bisa pergi ke Mars. Ada beberapa tahap untuk sampai ke Mars. Pertama perjalanan ke planet Mars akan transit di stasiun ISS. Ilmuwan akan mempelajari bagaimana reaksi tubuh manusia sebelum melakukan perjalanan panjang ke ruang angkasa.


Pengembangan printer 3D juga diuji coba disana, mengujian bahan anti api dan teknologi komunikasi serta hal penting lainnya.

Langkah diatas melibatkan prioyek ekplorasi EM-1 di tahun 2018. Dan teknologi dari misi Asteroid Redirect Robotic di tahun 2020, dimana langkahh berani bagi astronot dengan asteroid dan bisa pulang.

Tahap akhir dibagi menjadi dua. Itupun sebelum misi manusia pergi ke planet Marstermasuk pergi ke bulan di Mars terlebih dahulu. Dan akhirnya baru turun di planet Mars.

Tujuan dari perjalanan ke planet Mars harus dilakukan tahap demi tahap. Seperti mencari sumber daya dari planet Mars untuk mendapatkan bahan bakar atau perbekalan, seperti air, oksigen dan cara membuat bangunan untuk bertahan hidup. 

Nasa juga memasang alat komunikasi untuk pengiriman data daan hasil percobaan sain ke bumi, Karena komunikasi akan berjalan lambat karena planet Mars sangat jauh. Setidaknya waktu komunikasi dapat ditekan sampai 20 menit.

Hal ini terungkap darai dokumen sebanyak 32 lembar dengan judul Nasa Perjalanan ke Mars.





Tahun 2015. Sudah ada 5 satelit mengorbit di planet Mars. Dari Mars Odyssey, Mars Express, Mars Reconnaissance Orbiter, Maven, dan Mars Orbiter Mission. Disana masih berjalan 2 robot yaitu Opportunity Rover dan Curiosity Rover.


Tahun 2016 akan bertambah 2 peralatan. Satelit Trace Gas Orbiter dan robot InSght.

Tahun 2018 satu lagi robot ExoMars akan ada disana
Tahun 2020 satu lagi robot untuk ekplorasi di planet Mars yaitu Science Rover.
Selanjutnya ilmuwan baru dapat menyimpulkan apakah pernah ada kehidupan di planet Mars. Dan rencana ekplorasi untuk datang ke planet Mars. 





Berapa lama perjalanan ke Mars


Jawabannya tergantung dengan teknologi dan posisi planet ketika pergi.

Posisi terdekat Mars ke Bumi 54,6 juta km. Tapi jarak paling dekat belum pernah terjadi dalam sejarah manusia modern.
Posisi terdekat Mars terjadi beberapa tahun lalu, di tahun 2003 hanya mencapai 56 juta km.
Posisi Mars terjauh ke Bumi mencapai 401 juta km, ketika keduanya saling berlawanan arah.
Posisi Mars ke Bumi, rata rata emnapai 225 juta km.

Seandainya ilmuwan dapat mencapai planet Mars dengan kecepatan cahaya. Ketika jarak paling dekat membutuhkan awktu 3 menit. Dan terjauh mencapai 22 menit. Serta jarak rata rata 12,5 menit.

Dengan pesawat teknologi saat ini untuk mencapai Mars.
Misi pesawat ruang angkasa New Horizons yang melakukan perjalanan ke Pluto. Perjalanan dimulai tahun 2006 dan terbang dengan kecepatan 58 ribu km perjam. Pesawat New Horizons baru mencapai Mars ketika jarak terdekat dalam waktu 39 hari, tapi posisi terjauh harus ditempuh selama 289 hari, dan jarak rata rata kedua planet dapat dicapai sampai 162 hari.
Tentu saja perjalanan tersebut adalah perjalanan secara lurus. Prakteknya perjalanan di ruang angkasa membutuhkan beberapa planet untuk mendorong pesawat lebih cepat dan memperlambat.

Beberapa pesawat ruang angkasa tanpa awak yang pernah dikirim ke planet Mars

  • Mariner 4, pesawat ruang angkasa pertama yang pergi ke Mars (1964 terbang lintas): 228 hari
  • Mariner 6 (1969 terbang lintas): 155 hari
  • Mariner 7 (1969 terbang lintas): 128 hari
  • Mariner 9, pesawat ruang angkasa pertama yang mengorbit Mars (1971): 168 hari
  • Viking 1, rohot AS pertama yang mendarat di Mars (1975): 304 hari
  • Viking 2 Orbiter / Lander (1975): 333 hari
  • Mars Global Surveyor (1996): 308 hari
  • Mars Pathfinder (1996): 212 hari
  • Mars Odyssey (2001): 200 hari
  • Mars Express Orbiter (2003): 201 hari
  • Mars Reconnaissance Orbiter (2005): 210 hari
  • Mars Science Laboratory (2011): 254 hari
Apakah manusia bisa bertahan selama perjalanan dan tiba di planet Mars
Badan antariksa harus mempelajari lebih lanjut resiko manusia untuk pergi ke Mars. Paparan radiasi di ruang angkasa sangat berbahaya dan dampaknya dapat menganggu jantung manusia. Karena manusia selama ini hidup dan terlindungi oleh perisai Bumi.
Astronot harus diuji terlebih dahulu , setidaknya di Bulan. Untuk dipelajari bagaimana fungsi pembuluh darah mereka disana, dan apa efek radiasi yang terjadi. Karena planet Mars memiliki radiasi lebih tinggi dibanding planet Bumi.
Perjalanan ke planet Mars bukan membeli tiket pesawat dan terbang begitu saja. Badan antariksa menyadari betapa rumitnya misi ruang angkasa. Selain teknologi, faktor alam diluar sana mempengaruhi kekuatan manusia dan peralatan yang perlu dibawa.

Maret 2017


Persiapan Nasa mengirim manusia ke Mars


Nasa telah menghabiskan waktu sejak 2011 untuk sistem peluncuran roket ruang angkasa. Tentu untuk perjalanan ke planet mars. Tapi belum diberikan detil seperi booster roket SLS untuk mengirim manusia ke Mars.


Dibawah ini modul di ruang angkasa yang harus dipersiapkan tim badan antariksa Nasa. Dari tahap pertama dengan persiapan ruang Cislunar Gateway. Untuk 4 astronot dengan waktu 21 hari setiap misi paling lama. Unit pendukung di ruang angkasa untuk astronot bertahan selama 30 hari.
Dan tahap ke 2. Seperti modul astronot untuk tinggal sementara di Bulan sebelum melanjutkan perjalanan ke planet Mars. Astronot akan singgah di Deep Space Gateway - DSG dan alat transportasi Deep Space Transport - DST untuk pergi ke planet Mars.



  



Fase 1


Tahapan tahun 2018 - 2025

Pengiriman modul SLS Blok 1 tanpa awak ke ruang angkasa
Nasa masih mengirim sebuah pesawat ruang angkasa dan unit Europa Clipper tahun 2022 ke planet Jupiter. Mengunakan roket SLS yang sama untuk ke planet Mars.
Pengiriman SLS Blok 1B dikirim bersama Europa
SLS Blok 1B dengan 4 astronot dan modul 40kW
SLS Blok 1B dengan 4 astronot dan ruang modul kehidupan / habitation
SLS Blok 1B dengan 4 astronot dan logistik
SLS Blok 1B dengan 4 astronot dan ruang airlock.
Persiapan roket

Fase 2
Tahun 2027, pengiriman transpotasi SLS blok 1B cargo untuk transportasi di ruang angkasa
Tahun 2027 SLS Blok 1B dengan 4 awak, membawa logistik
Tahun 2028 dan 2029, SLS cargo DST untuk logistik dan bahan bakar.
Tahun 2030+ pengiriman DST logistik dan bahan bakar. Yang ini peralatan pendukung astronot sampai di Mars. Modul ruang angkasa ini nantinya dapat digunakan untuk transit dan transportasi di Mars.

Manusia tidak akan menginjakan kaki di planet Mars sampai tahun 2033, tapi hanya lewat di orbit planet Mars yang dikirim oleh Nasa.






2. Mencari tahu tentang penjelasan dan gejala efek rumah kaca dan memberikan penjelasan mengapa jika mendung udara menjadi panas !



A.    Efek Rumah Kaca
Sinar matahari merupakan sumber utama energi bagi organisme hidup dan juga membantu menjaga suhu bumi tetap hangat. Sinar matahari yang dipancarkan ke permukaan bumi sebagian diserap dan sebagian dipantulkan kembali ke atmosfer. Sinar matahari yang dipantulkan disebut sebagai radiasi inframerah, lalu ditangkap oleh ‘gas rumah kaca’ yang membantu menjaga atmosfer tetap hangat.Gas-gas rumah kaca terdiri dari karbonmonoksida, karbondioksida, metana, dan air-uap. Gas yang dianggap penyebab terbesar terjadinya efek rumah kaca, yaitu:
1. Karbondioksida
Kenaikan karbon dioksida (CO2) yang merupakan sejenis senyawa kimia berbentuk gas ini biasanya disebabkan oleh adanya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara serta bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan maupun laut untuk menyerapnya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya efek rumah kaca.
2. Metana
Gas  Hidrokarbon Metana biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam, maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.
3. Nitrogen Oksida
Sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.
4. Gas-Gas Lain
Selain Karbondioksida, Metana dan Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas lain diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.
Meskipun gas-gas tersebut hanya mempunyai komposisi sekitar 1% dari atmosfer, namun mereka berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mempertahankan kehidupan di planet bumi. Tanpa kehadiran gas-gas rumah kaca, suhu bumi akan menjadi lebih rendah dari 30° C, dan tidak mungkin terdapat kehidupan di bumi. Efek rumah kaca dapat dianggap sebagai suatu proses dimana alam mempertahankan keseimbangan di atmosfer. Namun, aktivitas manusia dalam seratus tahun terakhir telah menyebabkan peningkatan persentase gas rumah kaca di atmosfer, yang pada gilirannya meningkatkan suhu rata-rata di bumi.
Di bumi , radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti menembus dinding kaca pada rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap seharusnya oleh bumi. Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada di permukaan bumi ke ruang angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali keruang angkasa merupakan radiasi inframerah. Radiasi inframerah tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas. Gas penyerap kaca yang sangat penting adalah H2O dan CO2. H2O dan CO2 tidak bisa menyerap seluruh radiasi inframerah sehingga sebagian dipantulkan ke bumi.keadaan inilah yang menyebabkan suhu di bumi meningkat dan terjadilah pemanasan global.
Beberapa faktor yang menyebabkan efek rumah kaca :
v Penggundulan hutan
Penggundulan hutan dapat menyebabkan  tidak terdapat tumbuhan yang menyerap karbondiksida yang digunakan dalam proses fotosintesis. Penggundulan hutan terjadi akibat kebutuhan lahan untuk perumahan, pertanian dan berbagai macam infrastruktur.
v  Bahan Bakar Fosil
Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi terhadap penambahan gas rumah kaca yang pada gilirannya memicu pemanasan global.
v  Peralatan listrik
Contoh peralatan listirik penghasil gas rumah kaca salah satunya adalah lemari es. Lemari es model lama menggunakan gas CFC atau  Chlorofluorocarbon. Gas CFC yang terlepas ke atmosfer dapat berperan sebagai gas rumah kaca yang memicu peningkatan suhu bumi.
v  Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah salah satu penyebab utama efek rumah kaca. Dengan meningkatnya populasi , dapat meningkatkan kebutuhan juga. Hal ini meningkatkan produksi dan proses industri yang menyebabkan peningkatan pelepasan gas industri yang mengkatalisis efek rumah kaca.

B.     Akibat Efek Rumah Kaca

Sudah sejak lama para ilmuwan mengkhawatirkan akibat dari efek rumah kaca karena bisa merusak lingkungan. Salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah dengan meningkatnya suhu permukaan bumi yang akhirnya bisa mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem. Tentunya hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya hutan serta ekosistem lain di bumi, dan mengurangi kemampuannya guna menyerap karbon dioksida di atmosfer.
Efek rumah kaca sebenarnya tidak selalu buruk dan justru sangat dibutuhkan karena jika tidak ada nantinya bisa mengakibatkan bumi menjadi sangat dingin atau bisa keseluruhan akan tertutupi es. Namun jika gas-gas yang bisa membuat efek rumah kaca telah berlebihan di atmosfer, akibatnya akan mengakibatkan pemanasan global. Berikut adalah beberapa dampak dan konsekuensi pemanasan global.

1. Kekeringan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ahli iklim Inggris menemukan bahwa pemanasan global akan mengakibatkan kekeringan besar dalam 100 tahun ke depan. Skala kekeringan begitu besar hingga mencakup setengah dari total lahan yang kita miliki saat ini.
Palmer Drought Severity Index (PDSI) menyatakan bahwa persentase global daerah kering telah meningkat sebesar 1,74% antara tahun 1950 dan 2008. Kekeringan tentu saja akan memicu kegagalan panen yang akan berdampak fatal bagi populasi dunia.

2. Wabah

Perubahan iklim akan menyebabkan lonjakan epidemi sejumlah penyakit. Berbagai virus umumnya tidak dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Namun, dengan kenaikan suhu akibat perubahan iklim, virus yang tadinya hanya mampu berkembang dalam iklim tropis kemudian menyebar ke daerah lain.
Korea Institite of Health and Social Affairs (KIHASA) menyatakan bahwa “Dalam kasus ekstrim, 1 derajat kenaikan suhu akan mengakibatkan kenaikan 6 persen dalam penyebaran penyakit.
3. Banjir
            Pemanasan global yang mampu memicu banjir tampaknya berlawanan dengan logika. Namun kenyataannya perubahan iklim menyebabkan perubahan pola cuaca di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir kita telah melihat fenomena banjir besar yang menimpa berbagai belahan dunia.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperingatkan bahwa frekuensi banjir bandang akan meningkat dalam abad ini.

4. Pencairan es di kutub

Pemanasan global menyebabkan mencairnya es di Kutub Utara dan daerah Antartika (Kutub Selatan). Suhu di daerah ini telah meningkat sekitar dua sampai tiga kali lipat. Es di kutub memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Jika es mencair, pulau-pulau yang berada di bawah permukaan laut akan terancam bahaya. Kota-kota seperti Shanghai dan negara kepulauan Maladewa adalah beberapa tempat yang akan terpapar risiko tertinggi dalam skenario seperti itu.

5. Kabut asap (smog)

Peningkatan suhu akibat pemanasan global akan membuat konsentrasi kabut asap di atmosfer mengalami peningkatan. Peningkatan kabut asap pada akhirnya akan menyebabkan penyakit dan kematian. Kabut asap juga mengintensifkan gelombang panas yang tentu saja dapat berdampak buruk bagi kehidupan.

6. Kebakaran hutan

Selama dekade terakhir ini, banyak penelitian telah dilakukan untuk memastikan apakah pemanasan global menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem dan infrastruktur. Akibat kebakaran hutan, jumlah pelepasan karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca juga akan meningkat yang pada akhirnya memperparah pemanasan global (global warming)

C.     Cara Mengurangi Efek Rumah Kaca

  1.Hemat bahan bakar fosil. Ada banyak yang kita bisa lakukan dengan ini. Memakai sepeda pancal untuk bepergian jarak dekat. Membeli kendaraan bermotor yang didesain irit bahan bakar. Mendorong penggantian batu bara sebagai penggerak turbin listrik, dll.
 2.Mengupayakan lingkungan yang sehijau mungkin. Seperti di atas, selain indah, tanaman yang subur di lingkungan kamu bisa membuat kualitas hidupmu lebih baik, selain mengurangi efek rumah kaca.
  3.Tidak menggunakan produk yang berpotensi memperburuk efek rumah kaca. Sudah sejak lama, penggunaan freon jenis tertentu di larang. Tapi di negara kita Indonesia ini, ternyata masih dijual bebas. Jadi mulai sekarang, coba kurangi penggunaan AC, atau jika terpaksa, ya plilihlah AC dari jenis terbaru yang lebih ramah lingkungan. Jangan asal beli yang murah saja.

B. Saat Mendung Udara Menjadi Panas


Ketika awan terlihat hitam (mendung), terjadi proses perubahan uap air (gas) lalu berubah menjadi cair. Pada proses ini dilepaskan sejumlah panas ke udara. Awan yang mendung biasanya tidak terlalu tinggi dibandingkan awan yang putih, sehingga semakin dekat jaraknya ke permukaan bumi, efek panas yang dilepaskan semakin terasa. Kondisi ini akan lebih panas jika sebelumnya matahari bersinar terik, sehingga panas yang kita rasakan adalah akumulasi dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.
Menurut badan meteorologi dan genetika di bandung, hali ini diakibatkan dari awan mendung yang mempersempit jumlah luas area yang tersedia untuk menyerap energi matahari. Sisa energi yang tidak diserap , akan kembali ke permukaan bumi sehingga udara dimalam hari akan terasa panas.

3. Mencari info tentang bioteknologi berkaitan dengan perkembangbiakan aseksual & seksual !

A. PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL
Reproduksi (Perkembangbiakan) adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan, setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya.
Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis:
1. Reproduksi Seksual, membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Contoh : Reproduksi manusia normal. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual.
2. Reproduksi Aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Contoh : Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.
B. BIOTEKNOLOGI PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL
TANAMAN TRANSGENIK
Proses Transgenik
Cara seleksi sel transforman akan diuraikan lebih rinci pada penjelasan tentang plasmid (lihat Bab XI). Pada dasarnya ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi setelah transformasi dilakukan, yaitu (1) sel inang tidak dimasuki DNA apa pun atau berarti transformasi gagal, (2) sel inang dimasuki vektor religasi atau berarti ligasi gagal, dan (3) sel inang dimasuki vektor rekombinan dengan/tanpa fragmen sisipan atau gen yang diinginkan. Untuk membedakan antara kemungkinan pertama dan kedua dilihat perubahan sifat yang terjadi pada sel inang. Jika sel inang memperlihatkan dua sifat marker vektor, maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan kedualah yang terjadi. Selanjutnya, untuk membedakan antara kemungkinan kedua dan ketiga dilihat pula perubahan sifat yang terjadi pada sel inang. Jika sel inang hanya memperlihatkan salah satu sifat di antara kedua marker vektor, maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan ketigalah yang terjadi.
Seleksi sel rekombinan yang membawa fragmen yang diinginkan dilakukan dengan mencari fragmen tersebut menggunakan fragmen pelacak (probe), yang pembuatannya dilakukan secara in vitro menggunakan teknik reaksi polimerisasi berantai atau polymerase chain reaction (PCR). Penjelasan lebih rinci tentang teknik PCR dapat dilihat pada Bab XII. Pelacakan fragmen yang diinginkan antara lain dapat dilakukan melalui cara yang dinamakan hibridisasi koloni (lihat Bab X). Koloni-koloni sel rekombinan ditransfer ke membran nilon, dilisis agar isi selnya keluar, dibersihkan protein dan remukan sel lainnya hingga tinggal tersisa DNAnya saja. Selanjutnya, dilakukan fiksasi DNA dan perendaman di dalam larutan pelacak. Posisi-posisi DNA yang terhibridisasi oleh fragmen pelacak dicocokkan dengan posisi koloni pada kultur awal (master plate). Dengan demikian, kita bisa menentukan koloni-koloni sel rekombinan yang membawa fragmen yang diinginkan.
Susunan materil genetic diubah dengan jalan menyisipkan gen baru yang unggul ke dalam kromosomnya.Tanaman transgenik memiliki kualitas lebih dibanding tanaman konvensional, kandungan nutrisi lebih tinggi, tahan hama, tahan cuaca, umur pendek, dll; sehingga penanaman komoditas tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan secara cepat dan menghemat devisa akibat penghematan pemakaian pestisida atau bahan kimia lain serta tanaman transgenik produksi lebih baik
Teknik rekayasa genetika sama dengan pemuliaan tanaman; yaitu memperbaiki sifat-sifat tanaman dengan menambah sifat-sifat ketahanan terhadap cekaman hama maupun lingkungan yang kurang menguntungkan; sehingga tanaman transgenik memiliki kualitas lebih baik dari tanaman konvensional, serta bukan hal baru karena sudah lama dilakukan tetapi tidak disadari oleh masyarakat.


Kapas Transgenik

Kapas hasil rekayasa genetika diperkenalkan tahun 1996 di Amerika Serikat. Kapas yang telah mengalami rekayasa genetika dapat menurunkan jumlah penggunaan insektisida. Diantara gen yang paling banyak digunakan adalah gen cry (gen toksin) dari Bacillus thuringiensis, gen-gen dari bakteri untuk sifat toleransi terhadap herbisida, gen yang menunda pemasakan buah. Bagi para petani, keuntungan dengan menggunakan kapas transgenik adalah menekan penggunaan pestisida atau membersihkan gulma tanaman dengan herbisida secara efektif tanpa mematikan tanaman kapas. Serangga merupakan kendala utama pada produksi tanaman kapas. Di samping dapat menurunkan produksi, serangan serangga hama dapat menurunkan kualitas kapas.Saat ini lebih dari 50 persen areal pertanaman kapas di Amerika merupakan kapas transgenik dan beberapa tahun ke depan seluruhnya sudah merupakan tanaman kapas transgenik. Demikian juga dengan Cina dan India yang merupakan produsen kapas terbesar di dunia setelah Amerika Serikat juga secara intensif telah mengembangkan kapas transgenik.
Permasalahan Kapas Transgenik
Nampaknya soal kapas transgenik ini masih berlarut-larut. Dari Seminar, diskusi, sampai ulasan di berbagai media. Nyatanya masih tetap saja timbul pro – kontra dan membuat bingung. Bagaimana kelanjutannya?.
Mentan Bungaran baru saja mengeluarkan SK soal pelepasan secara terbatas kapas transgenik Bt 5690B. Surat keputusan bernomor 107/Kpts/KB.430/2/2001 ini diterbitkan 7 Februari 2001.
Menurut Bungaran sendiri ada beberapa pertimbangan sehingga SK ini keluar.
Pertama, Sesuai dengan SK tersebut produk tanaman rekayasa genetik dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Meskipun begitu tak menutup kemungkinan mempunyai dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati, lingkungan dan kesehatan manusia.
Ke dua, untuk memenuhi kebutuhan kapas dalam negeri. Hal ini dipandang cocok mengingat kapas varietas unggul ini tahan terhadap hama utama kapas (Helicoverpa armigera).
Ke tiga, berdasarkan hasil uji coba keamanan hayati, kapas transgenik ini aman terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati. Hal ini juga didasarkan atas uji adaptasi di tujuh kabupaten Sulawesi Selatan. Yaitu : Takalar, Gowa, Bantaeng, Bulumba, Bone, Soppeng dan Wajo. Kapas transgenik ini tahan terhadap hama utama kapas dan produksinya tinggi serta mutu seratnya baik.
Dan setelah keluarnya SK ini, dua minggu kemudian lima LSM, YLKI, Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan, Komphalindo, PAN Indonesia dan ICEL. – berkumpul di Jakarta dan menyatakan menolak SK tersebut.
Dari YLKI mempermasalahkan akibat yang ditimbulkan oleh kapas transgenik bila sudah dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen. Salah satu alasannya karena gen yang telah ditambahkan dalam kapas transgenik dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik. Ini pun YLKI berdasarkan informasi dari berbnagai pihak kemudian dianalisa.
Sementara Komphalindo dan ICEL meragukan informasi yang dikatakan pemerintah. Menurutnya kalau pemerintah mengatakan aman, dokumen mana yang mengatakan aman. Mereka menginginkan ada lembaga independen yang ikut meneliti dan mengawasi.
Selain itu, wakil dari Komphalindo, Tejo Wahyu Jatmiko mengatakan sebenarnya musuh utama hama kapas di Sulawesi adalah Empoasca. Sedang menurutnya keunggulannya terhadap hama kapas Helicoverpa armigera, kurang tepat karena di lapangan kapas Bt hanya tahan terhadap hama ini, sementara hama lainnya tidak.
Sementara Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan , Zohra Andi Baso mempersoalkan tidak transparannya informasi yang diberikan kepada para petani kapas di wilayah uji coba.
Ia juga menambahkan, Pemerintah hanya memberi informasi yang bagus-bagus saja, padahal kenyataan di lapangan, kapas Bt hanya berhasil baik di kabupaten Bantaeng.
Sementara Mentan Bungaran Saragih, tetap bersikukuh dengan keputusannya. Berdiri dibelakangnya adalah lembaga-lembaga pemerintah, BPPT, LIPI dan para akademisi.
Bungaran juga menambahkan, di dalam SK juga sudah tercantum prinsip kehati-hatian dan pelepasan secara terbatas. Kemudian SK juga hanya berlaku setahun dan akan dievaluasi berdasarkan data dan informasi yang baru.
Untuk pengembangannya, sementara hanya berlaku di tujuh kabupaten.
Nampaknya perselisihan ini masih berlanjut dan belum ada titik temu. Sempat tercetus ada niat membawa ke pengadilan dari Tejo Wahyu Jatmiko. Namun, baru sebatas niat. Jadi, kelanjutannya kita lihat saja.

SUMBER : 
Amazine. Pemanasan global dan efekj rumah kaca. http://www.amazine.co
Amazine. Akibat global warming. http://www.amazine.co
Dee. Pengertian, penyebab dan akibat rumah kaca. http://dee-belajar.blogspot.co.id
Deasy, Dwi. Gejala efek rumah kaca. https://dwideasy.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Reproduksi
http://www.bimbingan.org/reproduksi-seksual.html
http://amybiologi.blogspot.com/2012/03/materi-bioteknologi-tanaman-transgenik.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_transgenik
http://www.kamusilmiah.com/biologi/kapas-transgenik-masih-belum-ada-titik-temu/

Komentar

Postingan Populer